SEMALAMAN MENIKMATI TUBUH TANTE JULIA

SEMALAMAN MENIKMATI TUBUH TANTE JULIAby adminon.SEMALAMAN MENIKMATI TUBUH TANTE JULIASEMALAMAN MENIKMATI TUBUH TANTE JULIA – Pertemuan dengan tate Julia sungguh sangat diluar dugaanku. Aku sama sekali tidak pernah merencanakannya karena semua terjadi secara tiba-tiba. Waktu itu aku sedang berlibur dikampung halaman papah yang dimana juga kampong kelahiranku. Karena sudah lama aku tidak menengok kampong halamanku, setelah sampai dibandara aku sempat bengong, karena aku belum ada […]

SEMALAMAN MENIKMATI TUBUH TANTE JULIA – Pertemuan dengan tate Julia sungguh sangat diluar dugaanku. Aku sama sekali tidak pernah merencanakannya karena semua terjadi secara tiba-tiba. Waktu itu aku sedang berlibur dikampung halaman papah yang dimana juga kampong kelahiranku. Karena sudah lama aku tidak menengok kampong halamanku, setelah sampai dibandara aku sempat bengong, karena aku belum ada janji yang jemput dan juga aku gak ada teman yang bisa aku hubungi disini.

Tak berapa lama aku bengong sambil berpikir  siapa yang akan jemput aku, ada seseorang yang mengagetkanku dan berkata “Haaii Bobby, dah nunggu lama yaah??” tanya seorang wanita setengah baya tersebut. “Ooooohhh…. Tante yang jemput aku to??” ucapku sembari mengingat  tante ku yang sudah lama tak pernah aku jumpai tersebut. “Iyha tadi aku ditelpon sama papahmu suruh jempu kamu”jawabnya. “Ooowh begitu yaaa tant, soalnya papah juga gak bilang sama aku kalau tante yang akan jemput” ucapku. “Udah deeeh ayoo kerumah tante” ajak tante lida. Akhirnya aku dan tante lina bergegas menuju parliran bandara dan kemudian menuju rumahnya.

Singkat kata aku pun berada dirumahnya. Habis makan siang, dia mengajakku mengobrol diruang tamu. Aku tanya sama dia, kok sepi sich?? Dia bilang, memang begini keadaanya tiap hari. Oom boy masih berlayar, sepupuku yang cewek satu-satunya lagi Kuliah katanya. Saat Tanteku ingin mengambil gelas minumannya, tak sengaja mataku melihat ketengah dadanya yang hanya terbalut baju kaos yang ketat dan tipis(ngaa’ pake BH cing!!). “Adikku” langsung ngeras, aduh bahaya nich kalau ketahuan, pikirku. Sambil berdiri aku berkata mau istirahat dulu. Dia berkata: ” Silahkan, soalnya tante mau istirahat juga.” Sesampainya dikamar, perasaanku jadi nggak karuan, soalnya masih ingat dada putih tante Julia tadi.

Aku langsung mengunci pintu kamar, lalu beronani ria sambil membayangkan wajah tante Julia yang agak mirip-mirip dengan Krisdayanti itu. Oo enak banget “croott..croot..crot..” aku sudah keluar rupanya. Aku harus nyari cara nih supaya bisa merasakan dada putihnya tadi. Sambil pikir-pikir, aku ketiduran. Aku terkejut dan bangun karena tiba-tiba saja aku merasa dingin. Wah ternyata sudah gelap, mana hujan lagi. Kututup jendela kamarku itu, lalu aku beranjak keluar. Hening dan sepi rumah ini. Aku ke dapur, hanya mendapati si Ijah sedang mencuci piring. Aku bertanya ke dia, ” Ibu kemana Bi? “. Bi ijah menjawab kalau tanteku sudah tidur tadi sehabis makan dan sepupuku sedang menginap di rumah temannya. ” Aku kekamar aja dech”, pikirku.

Saat menuju kamar, tak sengaja aku melewati kamar tante Julia. Pintunya sudah tertutup rapat. Teringat dada putih yang tadi siang, aku jadi bersemangat untuk melihat, bagaimana sich tante Julia kalau tidur. Pelan-pelan kuintip melalui lubang kunci.Tapi gelap banget. Rupanya lampu dikamar tante Julia sudah padam. Makin penasaran aku dibuatnya. Kucoba untuk menarik gagang pintu, ahaa.. ternyata tidak terkunci. Sambil melihat kiri-kanan, aku beranjak masuk ke kamar tante Julia. Kesempatan nih pikirku. Terdengar desahan halus tante Julia diatas ranjangnya. Pelan-pelan aku merayap mendekati tempat tidurnya.

Kimono tente Julia tersingkap keatas sedikit, sehingga memamerkan pahanya yang putih mulus. Kejantananku langsung bereaksi. Pelan-pelan kuraba paha tante Julia, sambil menurunkan celana pendekku. Tante Julia tidak bergeming sedikitpun, dia tertidur begitu pulasnya membuatku semakin berani. Batang penisku sudah semakin membesar. Tanganku semakin naik keatas, menyentuh bulit-bukit halus tante Julia. Tante Julia mendesah, akupun menarik tanganku. Takut ketahuan. Tanganku kembali naik ke paha dan sekitarnya. Sambil mengocok penisku, kucari lubang vagina tante Julia. Terasa hangat ditanganku.

Ternyata tante Julia tidak memakai celana dalam ketika tidur. Pelan-pelan kubuka tali kimono yang berada dipinggangnya. Tampaklah tubuh putih tante Julia dengan dada berukuran 36B (kutaksir).Aku membaringkan diri disamping tubuh tante Julia. Tiba-tiba tante Julia bergeser ke arahku, membuatku semakin tidak karuan. Sambil menusukkan jariku ke vaginanya, aku pun pelan-pelan beranjak menindih tante Julia. Tapi tanganku yang satu kugunakan sebagai penopang tubuhku. Pelan-pelan kutusukkan penisku ke liang vaginanya yang sudah basah. Tapi masuknya sulit banget. Dan tiba-tiba dia mengerang.Aku pun menahan napas.

Ternyata dia tidak sadar pada apa yang akan menimpanya. Dengan memastikan sasaran yang tepat, kedua tanganku kugunakan sebagai penopang tubuhku. Kutusuk pelan-pelan vaginanya, penisku sudah sebatas kepala yang tenggelam. Aku menanti reaksi tante Julia. Tidak ada apa-apa (mungkin dia sedang mimpi hubungan sex dengan Om Boy). Dengan suatu dorongan yang kuat, kuhujamkan penisku kedalam liang vagina tante Julia sampai amblas seluruhnya. Terpekik tante Julia karena kaget. ” Apa yang kau lakukan??” katanya. ” Penisku ingin merasakan vagina tante ” , kataku. Tante Julia terus berontak.Tapi apalah daya sorang wanita bertinggi badan 165 dengan berat kira-kira 55, terhadap aku yang bertinggi badan 180 cm. Sambil terus menghujamkan penisku dengan keras, terdengar pekikan dan desahan halus tante Julia yang ternyata sudah mulai menikmati besarnya penisku.

Saat aku hampir keluar, kuhentikan goyanganku. Ternyata dia marah. Ia berkata,” Kalau tidak mau kulaporkan kau sama bapakmu, lanjutkan goyangan penismu “. Aku pun tersenyum dan membalik badan tante Julia. Kuangkat kimononya dan berkata, aku mau rasain pantat tante .Tante Julia pun kaget, pantatnya belum pernah dimasukin penis katanya. Akupun memaksa dengan tusukan keras dan teriakan histeris tante Julia, kutusuk pantatnya dengan sekuat tenagaku. Terasa sempit dan licin karena darah tante Julia rupanya. Tak berapa lama aku pun mengeluarkan air maniku ke pantat tante Julia.

Malam itu aku melakukanya berulang-ulang, aku betul-betul membuat tante Julia kepayahan sampai hampir pingsan. Perbuatan itu kami lakukan selama aku berada di sana. Sampai sekarang aku masih teringat akan perbuatanku terhadap tante Julia dan aku ingin selalu melakukannya lagi bersama jika aku bertemu lagi dengannya nanti

 

baca juga :

Author: 

Related Posts

Comments are closed.