Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 37

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 37by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 37The Bastian’s Holiday – Part 37 Chapter V Act VI THE BANG BANG By : Marucil Mereka adalah sepasang suami istri yang waktu itu aku temui ketika kami sama sama menjadi tamu pada pesta Bang Robert di Jogja. Mereka cukup ramah kepadaku, terutama Mba Tania. Sejak pertemuan itu aku dapat mengetahui kalau mereka berdua adalah […]

multixnxx-Orient SexPress -19 tumblr_lps7w3J5m01r0clfgo1_540 tumblr_m0fktcActN1qgps7xo1_540The Bastian’s Holiday – Part 37

Chapter V
Act VI
THE BANG BANG
By : Marucil

Mereka adalah sepasang suami istri yang waktu itu aku temui ketika kami sama sama menjadi tamu pada pesta Bang Robert di Jogja. Mereka cukup ramah kepadaku, terutama Mba Tania. Sejak pertemuan itu aku dapat mengetahui kalau mereka berdua adalah pasangan Swinger. Aku menebaknya karena tidak mungkin sepasang suami istri menghadiri Pesta yang konteksnya pesta sex secara bersamaan kalau mereka bukan Swinger. Tetapi walaupun seperti itu, ternyata mereka berdua memiliki hubungan yang sangat Harmonis. Bahkan saat ini mereka sudah dikaruniai dua orang anak. Aku tidak tahu persis berapa usia anak mereka, karena pada saat itu Mba Tania hanya menceritakan ia sudah memiliki anak.

Usia mereka berdua mungkin di kisaran 30an, karena penampilan mereka masih terlihat fresh dan kekinian. Dari cara berpakaian dan cara bergaul mereka, dapat aku tebak kalau mereka adalah keluarga yang berkecukupan secara ekonomi. Mba Tania yang bekerja sebagai seorang Akuntan sedangkan Mas Santoso sendiri aku tidak tahu apa pekerjaannya. Yang jelas dari cara mereka berbicara dengan orang lain, mereka tergolong orang yang loyal.

================================================

Jadi, kan kedua Mertua aku kan lagi dirumah nih nengokin cucunya. Nam mumpung mereka berdua ada dirumah makanya aku sama Mas Imam berencana nginep diluar. Ya hitung2 Malam mingguan lah Bas Sahut Mba Tania sembari memainkan jarinya diatas Meja.

Nah gitu Bas, tadi pas aku ngelihat kamu sama temen2 kamu aku jadi kepikir hal itu. Jadi gimana Bas kamu mau bantuan gak? Lanjut Mas Santoso

Mba sama Mas yakin mau ngelakuin ini? Apa ini dipikirin secara matang? Tanyaku masih terkejut oleh permintaan mereka berdua.

Yakin lah Bas, lagian ini bukan pertama kalinya kok kita ngelakuin ini. gimana Bas? Tanya Mas Santoso

Bukannya aku gak mau Mas Santoso.

Imam aja..

Ya, Mas Imam, Cuma gimana yah. Kuberfikir sejenak untuk mengambil keputusan

Aku bukanya tidak mau menerima tawaran mereka berdua. Aku hanya khawatir saja. Bagaimana yah cara menjelaskan kepada mereka berdua. Takutnya salah salah malah menyinggung lagi.

Wooooiii. Dicariin malah disini Loe.. Seru Momo sambil menepuk punggungku

Anjriit, bikin kaget aja kamu.. Sontakku terkejut

Woy Bastian ada disini nihhh Seru Momo sembari memanggil yang lain.

Hay Mas Mba.. Sapa Momo kepada Mas Imam dan Mba Tania

Haiii Jawab mereka berdua bersamaan.

Waduh disini Kau rupanya Bas, Kita lagi asik asik berjoget kau malah disini. Sahut Andre sesat seteah menghampiriku

Hay Temen Temennya Bastian Sapa Mba Tania dengan sedikit centil

Haaaaiii. Sapa Momo mendahului.

Oh iya, Guys ini kenalin Mas Imam sama Istrinya Mba Tania Sahutku memperkenalkan

Oh iya tadi belum kenalan yah Sahut Mas Imam

Imam Tania

Momo

Andre

Willy

Mereka saling menjabat tangan dan memperkenalkan nama masing masing. Lalu Mas Imam meminta mereka untuk duduk bersama kami. Lalu tanpa wajah bertanya, mereka akhirnya mengambil beberapa kursi dari meja sebelah lalu ikut bergabung. Akhirnya Mas Imam mengutarakan tawaran yang sebelumnya ia katakan kepadaku. Mas Imam dan Mba Tania bercerita dengan dimulai dari kakek nenek kedua anaknya. Lalu mulai memberitahukan maksud dan tujuan dari tawaran yang mereka ungkapkan.

APA SERIUS NIH, GANG BANG? Seru Momo cukup kencang

Woyyy.. Tuh congor gede banget dah, untung aja musiknya masih main, kalau gak bisa didengar orang. Kataku

Ehh Sori Sori Mba Mas, habis kelepasan. Jadi Beneran nih istrinya boleh kita Gang Bang? Tanya Momo lirih dengan nada bersemangat

Heeh. Mau yah Sahut Mba Tania seraya menganggukan kepalanya

Wah kita dengan senang hati menerima Mba. Oke kita akan memberikan yang terbaik selonong Momo tanpa persetujuan kami.

Ahh ngepet nih si Momo pake ngomong setuju segala lagi.. Haduhh gumamku dalam hati.

Ya udah Mba mau kapan? Malam ini juga gue siap sedia Lanjut Momo bersemangat

Tapi beneran gak masalah nih Mas kalau kita gituin Istrinya Tanya Willy yang juga terlihat keheranan

Gak apa apa kok Mas Willy, Yah Pah yah Sahut Mba Tania yang menetap wajah Willy dengan penuh gairah

Yah kalau gitu sih yah.. Boleh deh Mas. Tapi kapan? Tanya Willy sambil menggaruk kepalanya

Malam ini juga, kalian gak masalah kan

Gak masalah, kan besok Minggu, mau sampe pagi juga Hayuk.. Seru Momo lagi.

Iya Malam ini Willy, tapi ada satu masalah. Aku belum nemu tempatnya. Soalnya tadi sebelum aku sama Tania kesini sempet mau Booking Hotel tapi beberapa Hotel langganan kami pada Full. Ini makanya aku mau cari tempat dulu kayaknya. Jelas Mas Imam

Kalau tempat keberatan gak kalau di Apartemen aku aja, kebetulan kan memang habis ini anak anak mau pada nginep ditempatku. Kalau mau nanti kita sama sama kesana. Sahut Willy menawarkan

Waduh, aku jadi ngerepotin dong, aku yang punya rencana eh Willy yang nyediain tempat

Udah Gak apa apa Mas, anggap aja kebetulan

Kebetulan yang menyenangkan, Hahaha kelakar Momo.

Akhirnya temen temenku setuju atas permintaan aneh pasangan suami istri ini. Tadinya aku mau secara halus menolak. Karena entah kenapa malam ini gairah seksku sedang sedikit menurun. Lalu setelah semua setuju dan tempatpun sudah ditentukan. Kami berbincang sejenak tentang konsep.Ya konsep. Ternyata Mas Imam dan Mba Tania memiliki fantasy sex yang tidak biasa. Mereka kerap melakukan hubungan seks dengan permainan peran atau Roleplay. Bahkan katanya mereka sudah menyiapkan beberapa kostum untuk Mba Tania di Mobil. Semakin aneh saja pasangan ini. Tapi setelah mendengar konsep Roleplay yang secara singkat dipaparkan oleh Mas Santoso, aku mulai sedikit tertarik akan permainan gila ini.

Selain memiliki Fantasy permainan peran. Keduanya juga kerap mendokumentasikan aksi mereka berdua dalam bentuk Video. Mereka mengaku memiliki banyak Video dengan berbagai konsep Roleplay. Ada tema Bajak laut, Perampokan, Bos dan Sekertaris bahkan mereka juga bercerita pernah melakukan Roleplay dengan menggenakan kostum Anime dan beberapa Superhero. Gila aku tergidik ketika mendengar fantasy pasangan ini yang cukup unik dan sangat liar.

Oh Jadi Mas kepengan Mba Tania jadi seperti Pembantu gitu? Pake baju2 Sexy Maid? Tanyaku

Iya, soalnya tadi kebetulan bawa kostumnya itu, gimana gak masalah kan sama Roleplaynya

Gak Masalah sih. Jawabku

Ahaaa.. Mas Boleh gak nambah orang lagi Tanya Momo

Bolehh gak masalah , malah semakin ramai semakin seru. Kata Mas Imam setuju

Emang siapa yang mau kamu ajak Tanyaku

Habibah

Weiitt yang bener aja kamu Mo Sanggahku

Boleh kan Bas, ya dari pada dia sendirian dirumah kan kasihan, mending kita ajak Rajuk Momo

Memang itu siapa Mo? Tanya Mba Tania

Itu, Pembantunya si Bastian. Orangnya cantik kok Sexy liar lagi sahut Momo lagi memancing suasana

Hmmm..Wah kebetulan dong kalau begit, jadi perannya bisa lebih mendalam nanti Sahut Mba Tania terlihat senang

Ya Udah deh boleh tapi habis ini kita kerumahku dulu donk?

Tenang Bas gak usah khawatir. Biar gue aja yang jemput. Nanti Elo Item langsung aja ke Apartementnya Willy, biar gue sendirian kerumah lo.

Yakin kamu? Tanyaku memastikan

Yakin lah. Dah sini Ndre pinjem Kunci mobilu sini, biar gue jemput aja sekarang. Kata Momo mulai berdiri dari kursinya

Eh Mo aku titip bawain Tas kamera di kamarku yah, Warna Item Tasnya

Iye iye, ntar gue cari dah. Dah ya gue duluan ya, Duluan ya Mba..

Ehhh jangan lama lama tapi, nanti kaya tadi sore

Kaga Khawatir banget dah Loe! Sambil melangkahkan kaki meninggalkan kami.

Momo ini memang gila ajakan Mas Imam dan Mba Tania ia terima dengan serta merta. Eh sekarang dia malah ingin mengajak Bibie juga untuk bergabung dalam permainan ini. Dasar sahabatku yang satu itu Otaknya selalu dipenuhi hal hal mesum sejak dulu. Lalu apa bedanya dengan aku. Sama saja sih sebenarnya. Hanya bedanya aku lebih tertutup sedangkan Momo dengan lugasnya ia langsung mengungkapkan apa yang ia pikirkan. Tapi walaupun begitu kadang Momo selalu membuat moment yang tidak terduga. Ya seperti ini tiba tiba dia kepikiran mengajak Bibie.

Aku dan Andre mengobrol bersama Mba Tania, kami berusaha mengenal satu sama lain. Walaupun aku sudah lebih dulu mengenalnya tapi aku belum mengetahui semua tentang Mba Tania. Sedangkan suaminya kini lebih tertarik berbincang dengan Willy. Rupanya mereka berdua asyik membahas Bisnis. Begitulah apabila sesama pebisnis bertemu. Tak lama kami semua berbincang bincang kami memutskan untuk segera menuju Apartemen Willy. Sebelum keluar Mas Imam membayari semua Bill kami sebagai ucapan terimakasih kepada kami. Lumayan tidak keluar duit malam ini, padahal Bill kami cukup banyak juga. Setelah itu dengan mobil masing – masing kami lekas menuju Apartemen milik Willy di Bilangan Jakarta Pusat, tak jauh memang dari sini.

================================================

“Gang Bang, Gang Bang, haduuuh udah lama Gue kepengen ngerasain Gang Bang cew” Sahutku sambil menginjak pedal Gas.

“Tapi gila juga ya Kenalannya Bastian tiba2 aja ngajakin ngegangbang istrinya. dulu aja Gue mati2an nyari WP yang mau di Gang Bang tapi gak pernah ada yang mau. Tapi ini malah diminta, haduh Hari ini emang hari terbaik buat gua. hahahaha” Tawaku dalam mobil

Aku langsung mengambil arah menuju rumah Bastian untuk menjembut pembantunya Bibie. Entah kenape tadi aku kepikiran buat nge Gang Bang Bibie juga, pasti dia gak bakal nolak soalnya aku pernah baca FR kalau dia pernah di Gang Bang. HAhaha… Sabar ye Tong.

” Bas Bas loe dulu Polosnya minta ampun sekarang lo anjing juga yah, gue kalah nih kalau kaya gini caranya” Seruku sambil terus memacu mobil dengan cukup kencang.

Jalanan Jakarta Malam ini, walau cukup ramai namun tidak begitu macet. Sehingga aku bisa memacu mobil milik si Andre dengan lebih cepat lagi. Tak sampai setengah jam aku telah sampai di gerbang perumahan Bastian. Ku lihat suasana didalam perumahan ini cukup sepi, wajarlah sekarang Malam minggu, pasti banyak keluarga yang keluar untuk menikmati malam ini dengan sanak keluarganya. Begitu juga dengan suasana disekitar rumah si Bastian sangat sepi. Tapi baguslah dengan begitu aku bisa dengan mudah menculik Habibah tanpa perlu di curigai warga sekitar. Setalah kumatikan mobil, aku bergegas keluar dan berjalan menuju pintu depan. Kutekan Bel sebaga tanda kedatanganku. Tak lama Bibie Keluar dan membukakan pintu untukku.

“Eh Momo dah sampe aja, padahal barusan Mas Bastian telepon katanya kamu mau jemput”

“Oh jadi Bastian udah ngasih tahu, aku masuk yah Kataku nyelonong begitu saja kedalam

Ya Mo Masuk aja, gak enak nanti dilihat warga

Emang mau ngapain sih Mo sampe saya di suruh ikut segala Tanya dia sedikit bingung.

Emang tadi Bastian gak sekalian jelasin yah Bie?” Tanyaku

“Udah sih tapi kurang jelas, kayaknya buru – buru gitu”

“Dah pokoknya malam ini ada Pesta di Apartemenya Willy”

“Pesta Apaan Mo?” timpal Bibie masih bingung.

“Udah nanti Tak jelasin, sekarang kamu siap – siap aja gih, pake baju yang sexy yah.” Pintaku dengan cengiran penuh arti

“Ya Udah kamu tunggu yah, saya ganti baju dulu” Sahutnya sambil melangkah meninggalkanku

“Okee..”

Aku duduk di Sofa ruang tengah rumah keluarga Bastian. Kubakar sebatang rokok sebagai teman menunggu Bibie yang tengah berganti pakaian. Kupandangi Bingkai foto yang menghiasi salah satu dinding dirangan ini. Lalu tiba – tiba aku menggelengkan kepala. Dalam hati aku berkata bagaimana apabila Papa Mama Bastian tahu kalau anaknya sekarang mesumnya minta ampun. Tapi aku lebih mesum sih hahaha. Oh iya tadi Bastian minta dibawain Tas Kameranya yah. Mengingat itu aku langsung menuju kamarnya. Lalu kubawa Tas hitam yang ia letakan diatas kursi. Melihat kamar Bastian nampak tidak ada yang berubah sejak dulu.Dulu aku dan yang lain sering menginap dan bermain game sampai pagi.

Tas kamera sudah ditangan kupastikan juga kameranya ada didalam setelah yakin aku segera turun. Nampaknya Bibie masih ada dikamarnya, lama sekali ia berganti pakaian. Kucoba menunggu beberapa menit namun ia tak kunjung keluar. Karena penasaran akhirnya aku hampiri saja ia di Kamar. Kutarik hendel pintu, ternyata tidak di kunci. Dan ketika ia tahu aku masuk ia nampak sedikit terkejut walau tidak berusaha menutupi tubuhnya yang masih setengah telanjang.

“Buset dah, di tunggu ternyata masih Bugil aja, ayo Buru nanti kemaleman nih. Ntr Bastian ngiranya aku ngentotin kamu lagi.” Huftt Sahutku menghela nafas.

“Bentaran Mo, ini juga lagi mau make baju, tadi saya bingung mau pake baju apan. Eh kamu dah kasih tahu Mas Bas ya?”

“Iya habis tadi kelepasan, lagian ngapain sih pake di tutup – tutupin.” Jawabku sambil menghampirinya.

“Ihhh Gemesin deh…” Gumamku sambil meremas payudaranya yang terbungkus bh hitam.

“Ahh Mo Geli tahu, udah sana Bibie mau pake baju dulu.”

“Makanya buruan, yah dah aku tunggu di mobil yah.”

“Iyaa.”

Akhirnya aku tinggalkan saja Bibie dikamarnya. Lama – lama disitu aku bisa tambah horni. Belum lagi juniorku sudah sedikit berkedut nih. Untuk menenangkan diri aku ambil saja Air dingi didalam kulkas dan meminumnya. Setelah itu aku langsung menuju mobil. Kuletakan Tas kamera Bastian di jok belakang. Kunyalakan mesin mobil, lalu kuturunkan kaca jendela karena aku ingin merokok. Tak lama Bibie keluar lalu mengunci pintu rumah Om Arga. Akhirnya ia memilih menggunakan baju model terusan berwarna hijau tua. Ia membawa sebuah tas jinjing dan sebuah tas agak besar, mungkin itu baju ganti.

“Yo Mo..” Sahutnya singkat saat masuk kedalam mobil.

“Yah hayoo. Kamu yang lamaa..” Balasku pura – pura kesal.

“Ih Momo ngambek gitu dehh.”

“Hmmmm”

“Eh Momo, memang nanti mau ngapain sih?” Tanya Bibie masih penasaran.

“Hmm… Ngapain yah. Emang Bibie maunya ngapain?”Tanyaku.

“Yeee, ditanya malah balik tanya gimana sih ..” Gerutunya.

“Yeee ngambek. Itu ada kenalanya Bastian ngajakin kita ngewein Istrinya.”

“Haaah, Masa”

“Iya tadinya aku juga kaget, baru kali ini ada orang yang terang2ngan minta istrinya di Ewein.”

“Emang siapa Mo?”

“Gak tahu kenalanya Bastian, katanya ketemu di Jogja, aku juga lupa namanya.”

“Kenapa?”

“Gak apa – apa.” Sahutnya.

“Eh Bie, kamu gak kangen anak – anak kamu?”

“Yah kangen sih, lama juga gak pulang kerumah. Tapi akhir februari kayaknya saya pulang deh. Udah minta izin juga sama Bu Lastri.” Jawabnya.

“Oh, Emang kamu kerasan Bie kerja dirumah Tante Lastri?”

“Ya kerasan lah, Habisnya Bu Lastri baik banget Mo..”

“Ohh, terus kalau jadi pembantu di rumahku mau gak” candaku menggodanya.

“Ahh kalau saya kerja di rumahmu, bukanya kerja malah disuruh ngentot saben hari” Jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.

“HaHahahahah” Aku tertawa lepas mendengar jawaban Bibie.

“Biee Bieee.”

Akhirnya Bastian dan Andre sampai di Apartemen milik Willy. Begitu juga dengan pasangan suami istri yang memiliki fantasi sangat liar itu. Imam terlihat membawa sebuah koper cukup besar. Sepertinya itu berisi kostum – kostum yang sebelumnya ia utarakan pada Bastian dan kawan – kawan. Lalu Tania ia hanya membawa Tas Jinjingnya dan sebuah sweter tebal tergantung dilengan kirinya. Bersama mereka semua naik lift menuju unit Apartement milik Willy. Unit milik Willy ini terdapat di lantai 8 Tower B disebuah Apartemen Mewah di bilangan Tanah Abang Jakarta Pusat.

Setelah sampai Willy selaku tuan rumah mempersilahkan tamu – tamunya untuk masuk. Setelah pintu dibuka, terpampanglah unit yang cukup luas dengan dua lantai. Semua Furniture dan Interior lainya sarat bernuansa Retro dan Pop Art. Memang sedari dulu Willy sangat menggemari seni – seni Pop Art, tak heran ia menghias Apartemenya sendiri dengan sentuhan itu. Apartemenya terlihat sangat nyaman dangan beragam hiasan unik dan ada benerapa hiasan yang sedikit nyeleneh. Namun semua itu tidak merusak estetika sedikitpun.

Willy mendapatkan Apartemen ini bukan dari warisan orang tuanya. Melainkan dari usaha kerasnya sendiri. Ya sejak dipercaya meengelola salah satu perusahaan ayahnya. Willy terbilang sukses, walau ia tergolong anak baru dalam dunia bisnis. Bahkan ia mengelola perusahaanya diselal sela kuliahnya di jurusan Bisnis. Tampan dan Kaya raya, itulah Willy saat ini.

Sembari menunggu Momo yang tengah menjembut Habibah di rumah Bastian. Willy menyajikan beberapa minuman untuk menyambut tamunya. Lalu Willy melanjutkan obrolan bisnis dengan dengan Imam. Sejak di cafe tadi mereka tampak klop karena sama – sama berasal dari dunia yang sama. Sementara itu Bastian dan Andre mengajak ngobrol Tania. Tania nampaknya sedikit tertarik pada badan kekar milik Andre. Berkali – kali matanya selalu melirik kearang selangkangan Andre yang nampak besar.

“Aduhhh. Itu pasti Kontolnya Gede terus Item. Hmmmm Gak sabar deh aku sedot.” Gumam Tania dalam hati sambil sesekali melirik pangkal paha Andre.

“Ni Mba tambah lagi minumnya.” Sahut Bastian sambil menuangkan Jack D didalam gelas yang digenggam Tania.

“Makasih Bas.”

“Eh Bas, si Eva tadi kemana, dia pulang duluan yah?”Tanya Tania kepada Bastian.

“Iya Mba katanya ada janji atau apa gitu, kenapa?”

“Tadinya mau ngajak Eva juga, eh dia udah pulang. Eh temen kamu yang tadi kok lama banget yah.”

“Paling bentar lagi nyampe kok, tadi kan dia duluan.”

TING TONG

“Nah kan bener, Baru diomongin dah dateng.”

“Biar aku aja yang buka” Sahut Bastian.

“Yuhuuuuuu.” Seru Momo sambil masuk kedalam.

“Nunggu lama yah? Sori Jagoan emang selalu ditunggu.” Lanjutnya.

“Hay Mas” Sapa Bibie.

“Hay Biebie.”

“Eh Bie, kamu gak apa apa kan aku ajak kesini?” Tanya Bastian.

“Gak apa – apa kok Mas..” Jawab Bibie dengan senyuman.

“Ya udah yuk aku kenalin sama temen – temenku. Tadi sore belum aku kenalin kan yah.”

” Heehh.”

Bastian mengenalkan pembantunya kepada Imam dan Tania. Begitu juga kepada Andre dan Willy karena mereka juga belum mengenal Bibie. Setelah itu setelah saling kenal dan berbincang seadanya. Tania mengajak Bibie untuk berganti pakaian. Willy Menyarankan untuk menggunakan Kamar Utama di lantai Atas untuk Tania berganti kostum. Setelah Tania dan Bibie naik keatas, Willy kembali bergabung bersama yang lain. Imam nampak memberitahukan konsep yang nanti akan digunakan.

Setelah sepakat dan beberapa memberikan masukan akhirnya mereka juga mengganti pakaian yang disarankan oleh Imam. Imam meminta Andre dan Willy untuk menggunakan setelan Jas. Karena Andre seukuran dangan Willy, ia tidak kesusahan. Ia memakai setelan Jas milik Willy. Lalau Bastian dan Momo hanya memakai pakaian yang sekiranya pas dengan konsep yang sudah disepakati. Lalu Imam sendiri sebagai orang yang memiliki ide gila ini, ia nanti akan mengenakan setelan Kimono Sutra berwarna merah maroon yang sudah ia perdiapkan.

Setelah semua mengenakan pakaian Bastian membantu Imam yang terlihat tengah menyiapkan 3 buah Kamera Go Pro. Ternyata Imam tidak tanggung2 Ia bahkan telah menyiapkan Go Pro untuk merekam semua adegan nanti. Dan memang setiap fantasi yang dilakukan bersama dengan Istrinya selalu ia abadikan dalam sebuah video. Imam meletakan Go Pro dibeberapa sudut yang mengarah pada tempat dimana permainan akan dilakukan.

“Eh Mas aku bawa kamera DSLR juga tuh, mau dipake juga gak?” Tanya Bastian.

“Wah Boleh2 Bisa ngerekam kan? Nanti aku pinjem yah Bas” sahut Imam.

“Beres.”

“Gimana Bas udah pas belum sudut gambarnya.” Sahut Imam sambil memperlihatkan pengontol Go Pro dari layar gadgetnya.

“Wah Pas banget nih Mas, tapi yang ini agak kurang kebawah deh Mas”

Bastian yang sedikit mengerti tentang teknik Photo membantu Imam agar hasil gambarnya nanti sempurna. Tak lama Andre dan Willy turun dengan setelan Jas yang menawan . Mereka berdua bagaikan Eksekutif muda yang sukses.

“Gimana Bas keren gak saya pake Jas” Tanya Andre yang tidak terbiasa mengenakan Jas.

“Keren Keren, habis itu pake kaca mata item biar kaya Men in Black. Hahahahaha” Canda Bastian sambil duduk diatas sofa berbahan kulit hitam.

“Wah Nak Willy, aku gak bisa ngomong apa2 nih, udah aku dikasih tempat, sekarang malah aku acak2kin.” Sahut Imam

“Halah udah lah Mas. Hitung – hitung sebagai permulaan persahabatan kita.”

“Sekali lagi aku ucapin terimaksih. Oh ya ngomong2 nak Willy kenal Pak Robert dimana?” Tanya Imam.

“Gak usah sungkan Mas. Om Robert itu temen papah juga, udah lama kenal sih. Eh Bas kamu kok gak bilang sih kalau kenal om Robert.”

“Yah mana aku tahu ternyata kamu juga kenal.”

“Eh Bas pembantu kamu itu dulunya terapist di Delta Spa bukan yah? Soalnya mukanya familiar.”

“Iya, Kok Mas Imam tahu?Pernah make yah?” Tanya Bastian lagi.

“Enggak, Habis aku juga sering pijet disana. Tadi pas kamu kenalin pembantu kamu kaya pernah lihat, tak inget2 ternyata pernah lihat di di Buku daftar terapist.”

“Ohh kirain pernah hahaha.”

================================================

Sementara Itu

Didalam kamar mandi dua wanita cantik tanpa sungkan saling memperlihatkan tubuh telanjangnya. Bibie tengah menyirami tubuhnya dengan air sementara Tania tengah duduk diatas Kloset untuk mencukur bulu kemaluanya. Walau baru pertama kali bertemu dan berkenalan. Keduanya Nampak akrab. Bahkan keduanya saling memuji keindahan tubuh masing masing. Bahkan Tania berkali kali mengutarakan bahwa ia iri terhadap payudara milik Bibi yang begitu besar.

Setelah itu Tania sedikit bertanya mengenai kehidupan Bibie. Disitu ia mengetahui bahwa dulunya Bibie adalah seorang Wanita yang bekerja sebagai pemberi kenikmatan kepada lelaki hidung belang. Awalnya Tania sedikit terkejut mengetahuinya, tetapi setelah Bibie mengutarakan mengapa ia mengambil jalan itu, Nampak sedikit raut kesedihan di wajah cantik Tania. Untuk sekian kalinya Bibie berhasil membuat orang lain ikut prihatin akan jati dirinya.

Aku kayaknya lebih suka manggil kamu Habibah deh, Kedengeranya Anggun aja. Kan kata orang yang punya nama Habibah orangnya cantik, kaya kamu Sahut Tania sedikit centil

Ahh Embak dari tadi muji saya terus, kan saya Malu di katain kaya gitu terus. Lagian Badan Mbak jauh lebih bagus, udah tinggi cantik putih, pantes aja Suaminya ganteng Jawab Bibie sedikit tersipu malu. Lalu ia melanjutkan mengeringkan ujung rambutnya sambil menatap ke cermin besar dihadapannya.

Ih Beneran Habibah, kamu itu cantik loh, Badanya bagus, Pantatnya montok, susunya gede. Aku malah iri tahu sama susu kamu Sahut Tania lagi sambil mencoba meremas Payudara Bibie dari belakang

Awwwhhh, gelii aaah Mbak, Ahhh. Ihhh Mbak Lesbian yaaa? Ujar Bibie sedikit panik

Enggak kok, emang aku kadang suka gemes aja kalau lihat orang susunya gede. Emang pake apa sih Bah sampe segede ini Kata Tania sambil tetap meneruskan aksinya sembari ia letakan dagunya diatas pundak Bibie hingga membuat Bibie sedikit menggelinjang karenanya.

Ahhhh Mbaaakk ini aaahhhh

Dulu sering di kasih minyak aja sih Mbak, makanya gede, Mbak mau saya terapi biar suaminya seneng? Ujar Bibie

Kamu memang bisa?

Bisa sih Mbak, tapi harus rutin terapinya.

Kalau begitu mau gak kamu terapi susu aku biar gede kaya gini Tanya Tania sambil meremas lagi payudara Bibie.

Ahhhhhh Mbaak lama lama saya jadi lesbi beneran loh. Boleh Mbak, tapi mulai Bulan depan saja yah, soalnya bulan ini saya mau jenguk anak saya.. Achhhhhhh Mbaaakkk geliii

Oke deh, nanti aku hubungin kamu lagi

Hmmmm Gelii Apa enakk Eh Bie kamu sebelumnya pernah diginiin gak sama sesame cewe? Tanya Tania yang membuat Bibie sedikit terkejut.

Achhh.. Pernah sih Mba, dulu waktu diajak Trisome sama pelanggan, eh pelangganku minta saya sama temen saya saling pelukan terus ciuman.

Enaak Gak?

Yah sama saja sih Mbak kaya ciuman sama cow, tapi sensasinya lebih geli hiii.. Achhhhh Mbaaak aachhhhhhhh achhhhh Memek saya diapaain achhhhhh Rintih Bibie mengetahui Tania sedikit memainkan vaginanya menggunakan jari.

Hmmm kamu cepet banget basah yaah..

Habis Mba dari tadi remes Susu saya terus, gimana gak basah. Udah dong Mbak nanti ditungguin loh

Oh iya, kita di kamar mandi udah lama yah, ya udah yuk, Auk kayaknya punya baju yang pas deh buat kamu. Yuk Ajak Tania sambil menggandeng lengan Bibie.

Menyadari bahwa mereka telah membuang sejumlah waktu, Tania segera menyudahi permaianan kecilnya terhadap tubuh Bibie. Setelah itu Tania membuka kopernya dan memberikan setelan baju pembantu ala prancis berwarna Hitam dan Putih. Ia meminta Bibie mengenakanya tanpa mengenakan pakaian dalam. Ia juga mengenakan pakaian yang sama namun dengan motif yang berbeda. Setelah mereka mengenakan Stoking, Bibie Berwarna putih sedangkan Tania berwarna hitam. Lalu mereka mengenakan sepatu dengan hak yang cukup tinggi. Tekanan pada kakinya membuat payudara Bibie semakin membusung kedepan. Melihat hal itu Tania kembali menjaili payudara Bibie dengan sedikit meremasnya

Ihhh Udah dong Mbaaakkk

Ihhh Cuma sedikit doing, yukk kita foto duluu Ajak Tania untuk berselfie.

================================================

Sementara Itu

Para lelaki Nampak gelisah menunggu dua wanita cantik yang tengah berganti pakaian. Sembari duduk dan menenggak Bir ia terus meremas penisnya yang sedari tadi sudah tegang. Mungkin ia satu satunya lelaki yang sudah tidak sabar menanti kehadiran dua Bidadari. Lalu didalam kegelisahan dalam penantian, dua orang wanita dengan menggunakan pakaian pembantu ala prancis, turun dari tangga. Sontak hal tersebut membuat menjadi perhatian para lelaki ini. Momo lansung berdecak kagum melihat itu semua. Lalu kedua wanita itu duduk bergabung bersama para lelaki dengan setelan maskulinnya. Setelah berbincang sejenak dan merapihkan meja dari gelas dan botol minuman akhirnya permaianan ini akan segera di mulai. Semuanya telah bersiap pada posisi yang sudah disepakati sebelumnya. Imam segera menyiapkan kameranya lagi untuk memastikan semuanya bekerja.

And, Party is Begun
================================================

The End of
Chapter V : Lima Serigala

Author: 

Related Posts